PERDATIN DIY

Perhimpunan Dokter Anestesiologi & Terapi Intensif Indonesia – Cabang DI Yogyakarta​

Ketika Darurat Mengetuk Pintu Kampus: Lahirnya ADEM dan Gerakan dr. Naufaldi

Seorang dokter anestesiologi muda membuktikan bahwa pengabdian bukan hanya tentang ruang ICU — tetapi tentang seberapa jauh ilmu bisa menjangkau masyarakat yang belum sempat belajar.

dr. Febrian Naufaldi Sp.An-TI

KONTAK ☎ ✉ febriannaufaldi@mail.ugm.ac.id 🌐 ademsigap.com

“Kegawatan tidak pilih waktu, tidak pilih tempat, dan tidak menunggu dokter datang. Maka masyarakat yang siap adalah sistem pertahanan pertama yang sesungguhnya.”

— dr. Febrian Naufaldi, Sp.An-TI  ·  Co Founder ADEM

Bayangkan seseorang tiba-tiba tidak sadarkan diri di depan Anda. Bukan di rumah sakit. Bukan di dekat dokter. Hanya Anda, dia, dan hitungan detik yang menentukan. Itulah pertanyaan yang tidak bisa didiamkan oleh dr. Febrian Naufaldi, Sp.An-TI.

Dokter anestesiologi muda di RSUP Dr. Sardjito ini menjawabnya bukan hanya dengan ilmu, tetapi dengan tindakan nyata: mendirikan ADEM — Anestesi eDukasi Emergensi untuk Masyarakat — sebuah gerakan pengabdian yang membawa pelatihan pertolongan pertama langsung ke tangan masyarakat awam.

■ ADEM: KETIKA ANESTESIOLOGI TURUN KE JALAN

ADEM bukan sekadar program pelatihan. Ia adalah ekosistem edukasi kegawatan yang dirancang agar siapa pun — guru, pegawai, mahasiswa, bahkan pelari maraton — bisa menjadi penyelamat pertama sebelum ambulans tiba.

Diinisiasi oleh dr. Naufaldi bersama tim PERDATIN DIY, ADEM telah hadir di berbagai institusi: dari Fakultas Teknik UGM, masjid-masjid komunitas, hingga lintasan lari Mandiri Jogja Marathon. Tidak ada syarat, tidak ada biaya — hanya kemauan untuk belajar.

  ✔ Pelatihan pertolongan pertama untuk publik

  ✔ Metode interaktif: ceramah, simulasi, kuis digital

  ✔ Kolaborasi lintas institusi: UGM, Mandiri, KAGAMA

  ✔ Diselenggarakan gratis untuk masyarakat awam

Pelatihan tatap muka saja tidak cukup. dr. Naufaldi memahami bahwa edukasi kegawatan harus bisa diakses kapan pun, di mana pun. Maka lahirlah ademsigap.com — platform web interaktif yang dirancang khusus sebagai media pembelajaran pertolongan pertama untuk penolong awam.

Platform ini bukan sekadar artikel statis. Di dalamnya tersedia modul pembelajaran bergambar untuk berbagai jenis kegawatan, video panduan, quiz interaktif, hingga QnA langsung. Semua tersedia gratis, dan dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat tanpa latar belakang medis.

Fitur utama ADEM Sigap:

▶  Modul 12+ jenis kegawatan: Henti Jantung, Tersedak, Tenggelam, Kejang, dan lainnya

▶  Video edukasi pertolongan pertama yang mudah dipahami

▶  Quiz & QnA interaktif untuk evaluasi pemahaman

▶  Informasi jadwal pelatihan ADEM terkini

▶  Nomor telepon darurat penting yang mudah diakses

■ DARI KAMPUS HINGGA LINTASAN MARATON

Jangkauan ADEM terus meluas. Dari pelatihan di Fakultas Teknik UGM bersama puluhan tenaga non-medis, hingga workshop Every Runner, a First Responder – kolaborasi dengan Mandiri Runners dan Klub Runners yang membekali para pelari dengan kemampuan Basic Life Support sebelum berlomba di Mandiri Jogja Marathon 2026.

Inovasi Kolaboratif

Workshop “Every Runner, a First Responder” menjadi salah satu terobosan ADEM yang paling inovatif: memadukan 3K run bersama komunitas pelari dengan sesi Basic Life Support dan Smart Running — karena emergencies don’t wait for professionals.

Diorganisir oleh ADEM dan di-host di Livin’ Mandiri Coffee, kegiatan ini menghadirkan dr. Naufaldi sebagai narasumber utama dalam topik “Recognizing Body Signals & Basic Safety Principles.”

  Mitra Kolaborasi ADEM:

  • UGM Trail Run
  • KAGAMA Bakti untuk Bangsa
  • Bersama Bergerak
  • Mandiri Runners
  • Bank Mandiri

  •  PERDATIN DIY

■ PERJALANAN AKADEMIK

2010–2015

S1 & Profesi Pendidikan Dokter

Universitas Jember, Jawa Timur

2020–2023

PPDS-1 Anestesiologi & Terapi Intensif

FKKMK UGM – RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta

2023–2024

Dokter Anestesi & Kepala ICU

RS Nuraida, Bogor

2024–kini

Staff Departemen Anestesiologi & Terapi Intensif

RSUP Dr. Sardjito – FKKMK UGM, Yogyakarta

“Apa yang dilakukan dr. Naufaldi adalah bukti bahwa seorang dokter muda tidak perlu menunggu jabatan atau fasilitas besar untuk memberi dampak. Cukup kepedulian, kreativitas, dan keberanian untuk bergerak — dan perubahan nyata bisa dimulai hari ini.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Right Menu Icon